Wang Min  Web Site Development

JALAN SANG JURU SELAMAT

Seorang bayi telah lahir, Anak Allah yang ditungggu tunggu oleh semua umat manusia, ia datang tidak membawa kemuliaan Nya , ia datang sebagai seorang bayi yang lemah, yang tak berdaya. Ia menjadi serupa dengan kita, manusia biasa yang harus menghadapi percobaan.Namun ia tidak pernah berbuat dosa.

Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Oleh kematiannya melalui jalan salib, oleh penderitaannya , oleh darahNya yang kudus yang dialirkan, Ia telah memberikan sebuah jalan keselamatan, kita yang sesat mendapat sebuah jalan yang lurus yang membawa keselamatan kepada semua umat manusia yang mau percaya kepada Nya.

Tidak seperti setiap pemimpin agama lainnya, Untuk menyelamatkan kita, ia harus rela menderita, dihina dan disiksa , bahkan kemudian disalibkan di bukit golgota sebagai penjahat. Pernahkan engkau memikirkannya ? Siapakah pemimpin dunia, pemuka agama, orang orang besar yang seperti Dia ?. Ia yang adalah Anak Allah, yang hidup dalam kemewahan dan kemuliaan, rela datang ke dalam dunia dengan kemiskinan, kehinaan, dan bahkan menyerahkan nyawa Nya demi menebus kita yang sesat. Semua itu karena kasih Nya yang besar, jauh melebihi kasih manusia yang binasa, kasih Nya kekal selama lamanya.

Salib yang merupakan lambang kutukan telah menjadi lambang kemuliaan Nya. Inilah jalan salib, darahNya telah tercurah namun dengan kematiaanNya, ia telah mebuka jalan keselamatan yang abadi untuk seluruh umat manusia. Ia yang tak pernah berbuat dosa harus menerima tanggungan dosa, namun dalam mulutnya hanya berkat yang keluar untuk mereka yang menganiaya dia

" Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat "

Sebuah kata yang sampai saat ini merupakan tanda kasih yang terbesar. Sebuah kata yang mudah diucapkan namun teramat berat untuk dilaksanakan.

Itulah YESUS, Anak Allah yang tunggal, penebus dosa manusia. Sudahkan anda mengenal Nya ?

Penghinaan yang diterimaNya, siksaan yang menderaNya, bilur bilur di tubuhNya, darahNya yang tercurah, dan nyawa Nya telah pun diserahkan Nya bukan hanya untuk kita, namun untuk seluruh umat manusia, siapapun dia.

Mengapa harus dia ?

Sebab dosa yang telah dibawa oleh Adam telah masuk ke dalam dunia, dan dosa itu adalah maut, sehingga mautpun telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Kita semua tahu bahwa semua manusia sesungguhnya telah berbuat dosa, mengapa demikian ? Karena dosa yang dibawa oleh adam tidak hanya untuk dirinya tapi juga telah diwariskannya kepada anak anaknya sehingga semua manusia yang merupakan keturunan adam pasti akan berbuat dosa dan semua manusia yang merupakan keturunan adam tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena ia juga telah berbuat dosa. Dan upah dosa ialah maut, sehingga semua manusia telah menempuh jalan kebinasaan, dan tak akan mampu keluar dari lingkaran dosa. Untuk menebusnya perlu di cari seorang yang bersih dari dosa, yang kudus dan suci. Oleh sebab itulah maka Yesus harus datang ke dalam dunia, tidak melalui cara cara kelahiran yang biasa, tapi melalui inkarnasi dari Allah sehingga ia dapat terputus dari rangkaian warisan dosa. Ia dilahirkan oleh seorang anak dara maria dan ia yang terlahir suci dan kudus, dan tetap kudus selama hidupNya sehingga ia layak menjadi korban penebus dosa, korban yang dipersembahkan untuk menerima murka Allah.

Ia tidak menghindar, ia taat sampai mati, ketaatan yang luar biasa, penghinaan diterimaNya, bilur bilur di tubuhNya , darahNya telahpun dicurahkanNya. Ia yang tak berdosa harus menjadi korban penebus dosa, dan itu adalah dosa seluruh umat manusia, Ia yang tak berdosa menjadi korban murka Allah, bahkan Allahpun meninggalkanNya sendirian di atas bukit golgota.

" AllahKu AllahKu , mengapa Engkau meninggalkan Aku ? "

Yesus , Anak Allah, meninggalkan kemuliaanNya, menjadi sama seperti kita, manusia yang lemah, kemudian dengan ketaatanNya, menerima murka Allah dan rela sampai mati. Untuk apa ? untuk kita manusia yang dikasihiNya, manusia yang tak layak namun telah menerima anugerah yang terbesar. Melalui kebangkitanNya, Ia telah mengalahkan semua kuasa maut, sehingga kita yang percaya kepadaNya juga akan keluar dari lingkaran maut dan mendapatkan hidup yang kekal.

HALLELUYA

Geocities  Guess  Gucci Gereja Yahoo Hotmail Download Astaga Tripod